SIKLUS EKONOMI INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kegiatan
ekonomi masyarakat senantiasa bergerak menurut pola yang secara periodik
umumnya mengalami gelombang pasang surut. Dalam ilmu ekonomi, kegiatan ekonomi
yang mengalami gelombang pasang surut tersebut dikenal sebagai siklus ekonomi.
Siklus ekonomi menyangkut segala segi kegiatan ekonomi dalam kehidupan
masyarakat yang akhirnya tercermin pada pendapatan nasional .
Pola
siklus ekonomi mencakup tahap ekspansi yang pada suatu saat berbalik menuju
tahap kemunduran yang kelak disusul oleh pemulihan ke arah ekspansi lagi. Tahap
ekspansi ditandai oleh kegiatan ekonomi yang semakin menaik. Adanya pola siklus
ekonomi juga dialami negara Indonesia, sebagai contoh ketika masa pemerintahan
orde baru tahun 1966-1998, Indonesia mengalami tahapekspansi yaitu meningkatnya
pendapatan rata rata perkapita mencapai diatas US $1000 , tentunya hal ini
membuat permintaan akan barang meningkat disusul dengan meningkatnya produksi
dan kesempatan kerja.
Salah
satu model ekonomi yang memprediksi adanya siklus ekonomi dan menggambarkan
fluktuasi dari keadaan ekonomi adalah Goodwin’s class struggle model / atau
yang dikenal dengan Model Goodwin (Goodwin,1967).
Model
Goodwin mencoba memperlihatkan suatu siklus ekonomi berdasarkan relasi antara
workers share dan employment rate. Model Goodwin menggabungkan dua aspek teori
ekonomi, yaitu Teori Model Pertumbuhan Harrod Domar, dan Model Kurva Phillips.
Kedua Teori ekonomi ini menggambarkan mengenai pertumbuhan ekonomi yang terus
berubah berdasarkan faktor-faktor yang ada di dalamnya.
1.2.
Tujuan
Agar mahasiswa tau bagaimana siklus
ekonomi orde baru di Indonesia dan tau mengenai apa itu siklus ekonomi.
1.3.
Manfaat
Agar mahasiswa dapat memahami bagaimana siklus
ekonomi orde baru di Indonesia dan mengenai apa itu siklus ekonomi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Salah
satu model ekonomi yang memprediksi adanya siklus ekonomi dan menggambarkan
fluktuasi dari keadaan ekonomi adalah Goodwin’s class struggle model / atau
yang dikenal dengan Model Goodwin (Goodwin,1967).
Menurut ekonomi inggris, siklus ekonomi di bumi dipengaruhi
oleh faktor eksternal, yaitu siklus bintik matahari (sunspot) yang berdaur
ulang 11 tahun sekali. Aktivitas bintik matahari menurut Jevon, akan
mempengaruhi siklus iklim atau cuaca. Siklus iklim atau cuaca akan mempengaruhi
output perekonomian, yang muaranya mempengaruhi output perekonomian nasional (Jevon William S, 1860).
Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek
adalah pengaruh alamiah (nature) dan adat istiadat atau kebiasaan (custom).
Yang termasuk pengaruh alamiah antara lain siklus iklim, pengaruh sinar
matahari, curah hujan, kekuatan angin, dan gelombang laut. Misalnya, di
Indonesia kegiatan penanaman padi akan memuncak pada musim penghujan. Pengaruh
adat istiadat maupun kebiasaan terhadap aktivitas ekonomi jangka pendek juga
terlihat. Di negara-negara barat pengaruh perayaan Natal dan Tahun Baru
terhadap aktivitas perekonomian yang dapat disamakan dengan pengaruh bulan
Ramadhan dan Hari Raya Lebaran terhadap perekonomian di Indonesia (Kitchin Joseph, 1923)
Durasi siklus jangka panjang
berkisar antara 48-60 tahun. Salah satu faktor yang berada di belakang siklus
jangka panjang adalah ditemukan dan diterapkannya teknologi baru (invention and
innovation). Contohnya, siklus jangka panjang yang terjadi di Amerika Serikat
antara lain periode 1787-1842 dan 1843-1847 (Nicolai D. Kondratief, 1925).
BAB III
PEMBAHASAN
Perekonomian
Indonesia Pada Masa Orde Baru
Di awal
orde baru, ketika soeharto menjabat menjadi presiden RI ssat ini ondisi
perekonomian di indonesia sangat buruk, tingkat inflasi yang terjadi pada
negara kita mencapai 650 % pertahun.
Presiden Soeharto saai itu
menambahkan langkah yang telah di lakukan sebelumnya oleh Soekarno. dan
ternyata Soeharto berhasil menekan inflasi dari 650 % menjadi dibawah 15% dalam
waktu kurang dari dua tahum. untuk meneka inflasi yang begitu tinngi,
soeharto melakukan hal yang jauh berbeda dengan presiden sebelumnya ,
beliau embuat anggaran, menerbitkan sektor penbankan, mengembalikan sektor
ekonomi dan merangkul negara-neraga barat untuk menarik modal.
Di sampig
itu soeharto pada tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan.
Sehingga pendapatan negara dari migas meningkat . Dari 0,6 % miliar pada tahun
1973 dan sekarang mencapai 10,6% miliar pada tahun 1980. Puncaknya kebijakan
tersebut adalah ketiaka penghasilan dari migas sama dengan 80% hasil eksport
indonesia. Dengan kebijakan itu, indonesia bisa maju dalam pembangunan di bawah
pemerintahan orde baru.
PEMERINTAHAN
TRANSISI (era Presiden B.J. Habibie)
Krisis ekonomi mempunyai
dampak yang sangat memprihatinkan terhadap peningkatan pengangguran, baik diperkotaan
maupun di pedesaan, daya beli masyarakat menurun, pendidikan dan kesehatan
merosot serta jumlah penduduk miskin bertambah oleh karena itu muncul kebijakan
Jaring Pengaman Sosial (social safety net). Yang menyebabkan suatu prestasi
yang mengagumkan yakni nilai tukar rupiah dari 16.000 menjadi 6.000 rupiah.
PEMERINTAHAN REFORMASI (era
Presiden K.H. Abdurrahman Wahid)
Terjadi
banyak keanehan dan tidak terdapat kebijakan perekonomian.Pada masa Gus Dur,
rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi, dari peringkat CCC turun menjadi
DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu penyebab utamanya adalah imbas dari
krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa hingga pemerintahannya.
MASA KEPEMIMPINAN MEGAWATI
SOEKARNOPUTRI
Masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalalah pemulihan ekonomi
dan penegakan hukum. Kebijakan yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ekonomi
antara lain :
a. Meminta
penundaan utang sebesar US$ 5,8 Milyar pada pertemuan paris Club ke-3 dan
mengalokasikan pemabayaran utang luar negri sebesar 116,3 Trilliun.
b.
Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi yaitu menjual perusahaan negara di
dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi
kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Penjaualan tersebut
berhasil menaikan partumbuhan ekonomi Indonesia menajadi 4,1%. Namun kebijakan
ini menibulkan kontroversi yaitu BUMN yang di privatisasikan dijual pada
perusahaan asing.
PEMERINTAHAN GOTONG ROYONG
Langkah Presiden SBY untuk merangkul Parpol-parpol yang kalah dalam Pemilu 2009
adalah bagian dari kebijakan Soft Power, atau kebijakan untuk bergotong-royong
dalam membangun bangsa dan negara. Ini serupa dengan Kabinet Gotong-Royong di
masa lalu.Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan gotong royong
memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dikarenakan masih kurang berkembangnya investasi terutama disebabkan oleh masih tidak stabilnya kondisi sosial politik dalam negeri.
• Rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dikarenakan masih kurang berkembangnya investasi terutama disebabkan oleh masih tidak stabilnya kondisi sosial politik dalam negeri.
.•
Dalam hal ekspor, sejak 2000, nilai ekspor non-migas Indonesia terus merosot
dari 62,1 miliar dollar AS menjadi 56,3 miliar dollar As tahun 2001, dan tahun
2002 menjadi 42,56 miliar dollar AS.
PEMERINTAHAN INDONESIA BERSATU (era
SBY – Boediono)
Kabinet Indonesia Bersatu merupakan kabinet pemerintahan Indonesia yang dibagi
menjadi Kabinet Indonesia bersatu jilid I dan II .kabinet Indonesia bersatu
jilid I yaitu merupakan bentuk pemerintahan yang ke enam yang dipimpin oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla pada
masa (2004 – 2009) dan presiden yang pertama kalinya dipilih melalui sistem
pemilihan umum langsung di Indonesia sedangkan kabinet Indonesia bersatu jilid
II dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan wakil Presidennya Dr.
Boediono yang merupakan bentuk pemerintahan yang ke tujuh pada masa
(2009-2014).
Kabinet
Indonesia Bersatu jilid I ini dibentuk pada tanggal 21 Oktober 2004 dan
berakhir pada tahun 2009 menggantikan kabinet gotong royong sebelumnya yang
dipimpin megawati dan Hamzah haz pada 5 Desember 2005,
Pada Indonesia bersatu jilid 1 yaitu pada tahun 2004 sampai 2009 utang di Negara kita meroket drastis dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun pemerintahan SBY “sangat berhasil” dalam tugas utang mengutang .
Pada Indonesia bersatu jilid 1 yaitu pada tahun 2004 sampai 2009 utang di Negara kita meroket drastis dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun pemerintahan SBY “sangat berhasil” dalam tugas utang mengutang .
Dengan
sistem kebijakan pemerintah SBY saat ini, rakyat Indonesia dipaksa menanggung
beban utang para bankir yang sudah kaya lewat beragam penyunatan subsidi
seperti pendidikan (BHP) dan kesehatan. Pada saat yang sama, rakyat yang tidak
ikut melakukan kesalahan dan tidak pernah menikmati utang, harus membayar
minyak/BBM, listrik dan air yang mahal, agar negara bisa membayar utang utang
Negara di tambah subsidi pendidikan dan minyak di cabut dengan alasan yang
tidak jelas . Moral bangsa kita sudah tidak ada lagi baik rakyat yang berada di
posisi atas menegah ataupun yang bawah . Sekarang jamanyya Indonesia bersatu
jilid II kita tidak bisa langsung mengetahui bagaimana kinerja pemerintah yang
sekarang karena mereka baru menjabat 2 tahun . Masih ada 2 tahun lagi untuk
memperbaiki kedepannya . Tapi melihat kondisi perekonomian Indonesia yang
sekarang ini sulit rasanya menstabilkan ekonomi seperti pada zaman pemerintahan
pembangunan pada masa presiden soeharto dulu . Banyak sekali masalah masalah
penting di jamann pemerintah jilid I dan II yang hilang begitu saja tanpa tau
akhir inti dan akar kemana permasalahan itu berawal . Pemerintaan Indonesia
Jilid I maupun jilid II bagaimanapun kebijakan,menteri dan lain sebagainya kita
sebagai masyarakat hanya mengharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan
ekonomi negara yang akan berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan
masyarakat Indonesia yang saat ini masih tidak ada perkembangannya.
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Dari
berbagai kasus yang kita ketahui tentang perekonomian di Indonesia sejak Orde
Lama hingga sekarang, dapat di simpulkan bahwa keadaan ekonomi negara kita
mengalami jatuh bangun. Negara kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang
dapat di katakan berhasil adalah ketika pemerintahan Soeharto pada masa orde
lama. Akan tetapi lambat laun , perekonomian bangsa kita mengalami gejolak, hal
ini dapat dilihat dari : Kemiskinan di negara kita semakin meningkat, Pengangguran
yang semakin meningkat karena lapangan pekerjaan lebih sedikit di bandingka
dengan angkatan kerja, Masih ada anak-anak yang tidak bisa merasakan
pendidikan, Semakin meningkatnya para koruptor yang bebas, Masih memiliki
hutang ke luar negeri.
DAFTAR
PUSTAKA
Goodwin, R.M. 1967. A
Growth Cycle. Feinstein, C.H. (ed). Socialism, ………...Capitalism and Economic Growth.
Cambridge : Cambridge University ………...Press,
54-58.
Mustopo,Habib.2006. sejarah 3 Program IPS.
Jakarta : Yudhistira
http://yus-yunus.blogspot.com/2011/11/pembangunan-ekonomi-indonesia-dari-..............orde.html
http://www.scribd.com/03102009/d/24616247-Kondisi-Ekonomi-Indonesia-...............Pada-Masa-Orde-Baru
Comments
Post a Comment