Proposal Usaha Ayam Petelur
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Ayam petelur merupakan salah satu komoditas unggas yang
mempunyai peran penting dalam menghasilkan telur dan daging untuk mendukung
ketersediaan protein hewani, bulu, dan kotoran yang dapat dimanfaatkan sebagai
bahan industri dan pupuk organik. Telur ayam telah mendominasi produk telur
sebagai konsumsi masyarakat, sehingga permintaan telur ayam terus meningkat.
Sentra produksi telur ayam ras di jambi sebesar 4,22%
penyumbang produksi telur di Indonesia, lebih sedikit di bandingkan jawa tengah
dengan kontribusi 18,27%. Provinsi Jambi memiliki jumlah penduduk sebesar 3.092.365
jiwa, tingkat produksi telur di jambi
sebesar 5935 ton/ tahun, konsumsi 9628,7 ton/tahun dengan ratio 0,62 P/K3.Produksi
telur di Provinsi Jambi hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi 60%.
1.2.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana peluang dari beternak Ayam
Petelur ?
2.
Bagimana cara memasarkan hasil dari Ayam
Petelur?
3.
Berapa untung dari usaha ayam petelur?
4. Bagaiman
berwirausaha ayam petelur?
1.3.Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan
proposal ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyusunan rencana usaha
peternakan ayam petelur dari segi sasaran usaha, rencana investasi, rencana
produksi, rencana biaya dan pendapatan serta rencana pemasaran.
1.4.Standar
Oprasional
1.4.1. Segmen Pasar
Sebagai awal usaha ini akan dipasarkan
ke seluruh pasar tradisional yang dekat dengan usaha peternakan, warung, rumah
makan, restoran, perusahaan roti serta hotel-hotel yang ada di Jambi
1.4.2.
Peluang Pasar
Dilihat dari segi
produksi yang sedikit dengan tingkat konsumsi yang tinggi, maka terdapat
peluang untuk usaha bertenak dibidang ayam petelur di jambi.
1.4.3. Kapasitas Ternak
a. Kandang
battery adalah kandang ukuran dan isi seusai dengan ketentuan teknis yang
berlaku, dimana satu set kandang yang berukuran 120x61 cm berisi 8 ekor.
b. Kandang
Litter adalah kandang Hamparan dengan alas litter dan dengan patokan daya
tampung 6-8 ekor/m².
1.4.4.
Luas Kandang
Lahan dan lokasi budidaya ayam
petelur harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.
Upaya Kelestarian Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL/UPL);
b.
Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP),
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK), atau Rencana Detail Tata
Ruang Daerah (RDTRD);
c.
Letak dan ketinggian lokasi dari wilayah sekitarnya
memperhatikan topografi dan fungsi lingkungan serta bebas dari bakteri patogen
yang membahayakan ayam petelur; dan
d.
Mudah diakses atau terjangkau alat transportasi.
Ukuran kandang, sebagai berikut:
|
No
|
Jumlah
Ayam (Ekor)
|
Umur/Periode
|
Luas Kandang (M2)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Starter
|
35
|
|
|
1
|
100-500
|
- Grower
|
60
|
|
|
|
|
- Layer
|
80
|
|
|
|
|
-
Starter
|
70
|
|
|
2
|
500-1000
|
- Grower
|
120
|
|
|
|
|
- Layer
|
160
|
|
|
|
|
-
Starter
|
104
|
|
|
3
|
1000-1500
|
- Grower
|
184
|
|
|
|
|
- Layer
|
240
|
|
|
|
|
-
Starter
|
176
|
|
|
4
|
1500-2000
|
- Grower
|
304
|
|
|
|
|
- Layer
|
400
|
|
|
|
2000
-2500/
|
-
Starter
|
352
|
|
|
5
|
- Grower
|
600
|
||
|
2500
-5000
|
||||
|
|
- Layer
|
800
|
||
|
|
|
1.4.5. Pakan
Pakan yang diberikan berasal dari pakan yang diolah sendiri
atau pakan yang telah terdaftar dan berlabel. Pemberian pakan disesuaikan
dengan jumlah dan kebutuhan nutrisi sesuai umur atau periode pertumbuhan. Pakan
yang diolah sendiri harus diuji dengan pengambilan sampel oleh petugas pengawas
mutu pakan untuk dilakukan pengujian di laboratorium pengujian mutu pakan yang
terakreditasi baik milik Pemerintah maupun swasta untuk menjamin kandungan
nutrisi dan keamanan pakan.
Mutu pakan ayam petelur harus memenuhi SNI sebagai berikut:
|
No.
|
Kandungan Nutrisi
|
|
Pakan Petelur
|
|
|||
|
|
|
|
Starter
|
|
Grower
|
|
Petelur
|
|
1.
|
Kadar air (maks) (%)
|
14,0
|
|
14,0
|
|
14,0
|
|
|
2.
|
Protein Kasar
(min)
|
(%)
|
18,0
|
|
15,0
|
|
16,0
|
|
3.
|
Lemak kasar (maks)
|
(%)
|
7,0
|
|
7,0
|
|
7,0
|
|
4.
|
Serat kasar (maks)
|
|
6,5
|
|
7,5
|
|
7,0
|
|
5.
|
Abu (maks) (%)
|
|
8,0
|
|
8,0
|
|
14,0
|
|
6.
|
Calsium (Ca,%)
|
|
0,9-1,2
|
|
0,9-1,2
|
|
3,25-4,0
|
|
7.
|
Phospor Total
(P,%)
|
|
0,6-1,0
|
|
0,6-1,0
|
|
0,6-1,0
|
|
|
Phospor tersedia
(P,%)
|
0,35
|
|
0,32
|
|
0,32
|
|
|
8.
|
Energi Metabolis (ME)
|
2600
|
|
2600
|
|
2650
|
|
|
9.
|
Aplatoksin
maksimum (Pbb)
|
50
|
|
50
|
|
50
|
|
|
|
Asam
Amino
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
-Lisin minimum (%)
|
|
0,90
|
|
0,65
|
|
0,80
|
|
|
-Metionin
minimum (%)
|
0,40
|
|
0,30
|
|
0,35
|
|
|
|
Metionin
+ sistin minimum(%)
|
0,60
|
|
0,50
|
|
0,60
|
|
BAB II
ANALISIS BIAYA
Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha ayam petelur ini
diperlukan biaya atau sejumlah taksasi dana (modal). Setelah melihat
langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi
dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak ayam petelur dengan
perpriode sebanyak 4000 ekor, dalam 5 tahun sebanyak 3 priode, dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya
sebagai berikut :
2.1.Pengeluaran
1.Tabel Investasi Alat dan Bahan Untuk
Lima Tahun
|
No
|
Alat
|
Jumlah
|
Satuan Harga (Rp)
|
Total Harga (Rp)
|
|
1.
|
Kandang Ayam
120x61 cm (8 ekor/ set)
|
500 set
|
100.000
|
50.000.000
|
|
2.
|
Tempat pakan
(paralon 4 inchi)
|
75 paralon
|
100.000
|
7.500.000
|
|
3.
|
Tempat minum
|
4000 buah
|
10.000
|
40.000.000
|
|
4.
|
Lampu Penerangan
|
25 buah
|
5000
|
125.000
|
|
5.
|
Ayam Siap Produksi
|
4000 ekor
|
78.000
|
312.000.000
|
|
|
Modal Awal
|
|
|
409.625.000
|
|
|
Biaya Penyusutan
|
|
|
Rp.224.452
|
Biaya
Penyusutan =Harga Alat/Lama Pemakaian
Biaya Penyusutan
Kandang =Rp.
50.000.000/1825 =Rp.27.397
Biaya Penyusutan Tempat
Pakan =Rp.7.500.000/1825 =Rp.4.110
Biaya
Penyusutan Tempat Minum =Rp. 40.000.000/1825=Rp.21.918
Biaya Penyusutan Lampu =Rp.125.000/1825=Rp.68
Biaya Penyusutan Ayam =Rp.312.000.000/1825=Rp.170959
Jumlah Biaya Penyusutan adalah Rp.27.397+ Rp.4.110+ Rp.21.918 +Rp.68+ Rp.170959=Rp.224.452
Tabel 2. Biaya Tetap Selama Lima Tahun
|
No
|
Alat
|
Jumlah
|
Satuan
Harga
(Rp)
|
Total
Harga (Rp)
|
Total
Harga (Rp)(5tahun)
|
|
1
|
Pakan Ayam
|
3
sak/hari
|
360.000
|
1.080.000
|
1.971.000.000
|
|
2
|
Listrik/Air
|
4000/ekor
|
25
|
100.000
|
182.500.000
|
|
3
|
Penyusutan
Alat
|
|
|
224.452
|
|
|
4
|
Vaksinasi
|
60
pcs/5tahun
|
65.000
|
3.900.000
|
3.900.000
|
|
Total
biaya/5tahun
|
|
|
2.157.624.452
|
||
Tabel 3. Biaya Tidak Tetap Selama Lima Tahun
|
No
|
Bahan
|
Harga (Rp)
|
|
1.
|
Perawatan Kandang
|
3.500.000
|
|
2.
|
Obat-obatan
|
4.500.000
|
|
3.
|
Transfortasi
|
4.000.000
|
|
|
Jumlah
|
12.000.000
|
· Total Biaya Dalam Lima Tahun
Total biaya yaitu
jumlah keseluruhan biaya tidak tetap dan biaya tetap pada proses budidaya ayam
petelur. Total biaya yang dibutuhkan adalah :
Total biaya =
biaya tidak tetap + biaya tetap
=
Rp12.000.000+ Rp2.157.624.452
=Rp2.169.624.452
2.2 Pemasukan
1. Hasil penjualan
telur ayam (1 ayam dalam sehari menghasilkan 1 telur)1 butir telur dijual
seharga Rp1.000
Diperkirakan 80% ayam
yang bertelur = 3200 x Rp 1.000=Rp.3.200.000
2. Jadi total pendapatan
telur dalam 5 tahun = 1825xRp.3.200.000=
Rp 5.840.000.000
3. Penjualan Ayam Afkir= Daging ayam 1kg =
Rp.15.000
= Diperkirakan rata-rata bobot badan 2 kg
= Diperkirakan tingkat kematian 3%
=4000 x
3% = 3880 ayam yang hidup
= 3880 x Rp.30.000 = Rp. 116.400.000
Jadi
jumlah pendapatan selama 5 tahun = Rp 5.840.000.000+ Rp. 116.400.000
= Rp. 5.956.400.000
2.3 Keuntungan / Laba
Pendapatan selama 5
Tahun sebesar Rp.5.956.400.000
Jadi keuntungan bersih dalam 5 tahun Rp.5.956.400.000-Rp2.169.624.452
=Rp3.786.775.548
BAB III
PELAKSANAAN
WIRAUSAHA
3.1. What (Apa)
1. Kelebihan
Beberapa faktor yang menjadi kekuatan
pengembangan usaha ternak ayam petelur, sebagai berikut :
a)
Telur masih di butuhkan
untuk dikonsumsi
b)
Kebutuhan masyarakat akan
telur masih tinggi
c)
Ayam afkir dapat dijual
sehingga mendatangkan keuntungan.
Sistem pemasaran tidak menjadi
permasalahan, karena telah terbentuk jalur-jalur distribusi sampai ke berbagai
lapisan dan pelosok wilayah
2. Kekurangan
a)
Harus memilih tempat atau
lahan yang cukup luas
b)
Suhu lingkungan harus sejuk,
pemeliharaannya harus di dataran tinggi
c)
Ayam memerlukan waktu yang
cukup lama untuk memproduksi telur
d) Banyaknya saingan, karena sudah banyak yang berternak ayam
peterlur.
e)
Adanya risiko dan kondisi ketidakpastian
yang relatif tinggi baik dari aspek teknis maupun finansial karena produksi
sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan sementara keuntungan sangat
sensitif terhadap perubahan harga.
3.2. Why (Mengapa)
Peluang dari usaha peternakan ayam petelur adalah :
1)
Prospek atau peluangnya
cukup besar untuk dikembangkan.
2)
Permintaan pasar akan telur
ayam yang cukup tinggi
3)
Memberikan keuntungan yang
cukup besar.
3.3. Where (Dimana)
Usaha ayam petelur ini akan didirikan di Desa Simpang
Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota. Tepatnya Lokasi yang jauh dari
pemukiman penduduk dan lokasi yang strategis serta mudah dijangkau oleh
pusat-pusat pemasaran.
3.4. How (Bagaimana)
Bagaimanakah
cara melakukan budidaya ayam petelur hingga menghasilkan produk yang
berkualitas?
1. Pemilihan
Lokasi Kandang
Ayam petelur lebih mudah kaget dan stress. Ketika
stress, produksi telurnya pun akan menurun dan limbahnya dapat menggangu
kenyamanan warga.
2. Sanitasi
kandang
Sanitasi kandang
merupakan suatu usaha pencegahan terhadap penyakit dengan cara menghilangkan
atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dalam rantai perpindahan
penyakit tersebut. Tujuan sanitasi kandang pada awal pemeliharaan adalah
menciptakan lingkungan yang nyaman dihuni ternak unggas, bebas kotoran dan
bibit penyakit.
3. Pemberian
Pakan
Pakan yang diberikan pada Ayam petelur untuk usia
10-16 minggu (Fase grower 2), kandungan zat gizi pakan terdiri dari Energi 2750
kkal/kg, protein kasar < 7%, Lemak kasar 2,5-7%, Kalsium 1-1,2%, dan fosfor
0,40%.
4. Pemilihan
Bibit Yang Berkualitas
Dengan bibit yang
berkualitas maka biasanya produksi ternak akan maksimal jika di barengin dengan
manejemn yang baik.
3.5. When (Kapan)
Kapan waktu yang
tepat untuk memasarkan telur ayam?
Waktu
yang tepat untuk memasarkan telur ayam adalah ketika telur sudah terkumpul siap
didistribusikan, karena agar telur dalam kondisi baik dan masih segar
kekonsumen.
3.6. Who (Siapa)
Kepada siapa
target pasar yang dituju untuk memperlancar pemasaran?
1. Rumah
Tangga
2. Pasar
Tradisional
3. Rumah
Makan
4. Warung
5. Hotel
6. Swalayan
BAB IV
RENCANA
PEMASARAN PRODUK
Hasil
produksi berupa telur akan di pasarkan ke seluruh pasar tradisional yang dekat
dengan usaha peternakan, warung, rumah makan, restoran, perusahaan roti serta
hotel-hotel yang ada di Jambi. Selain itu konsumen dapat membeli langsung ke
peternakan. Transportasi pemasaran menggunakan mobil untuk pemasaran yang
jaraknya jauh dari peternakan.
BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Adapun hal yang dapat saya simpulkan dari perencanaan
usaha peternakan ayam petelur ini adalah sebagai berikut. Didalam mendirikan usaha peternakan ayam petelur ini
harus diperhatikan sasaran usaha, rencana investasi, rencana produksi, rencana
biaya dan pendapatan serta rencana pemasarannya.
Salah satu tujuan dari pendirian usaha peternakan ini
adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani khususnya dengan
mengonsumsi telur.
Keuntungan yang diberikan bila mendirikan usaha
peternakan ayam petelur dengan jumlah pemeliharaan 4000 ekor dalam 5 tahun
adalah sebesar Rp3.908.457.423
5.2.Saran
Penulis berharap tulisan proposal ini dapat dapat memberikan
manfaat bagi pembaca lainnya guna menambah pengetahuan tentang beternak ayam
petelur.
Comments
Post a Comment